Headline

Berita KAMMI

Agenda rutin

tsaqofah

Gerakan dakwah

Buletin Kammi

Tokoh Kita

Temui Anggota DPRD Kota Serang, KAMMI Siap Bersinergi



Permasalahan riteil yang sangat menjamur dan perda hiburan yang ada di Kota Serang masih menjadi polemik di tubuh dewan dan beberapa elemen masyarakat. Bukan hanya itu, infrastruktur kota serang pun tak kunjung usai. Isu inilah yang coba KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Daerah Serang angkat untuk kemudian dicari jalan keluarnya. Dalam rangka mengawal isu tersebut KAMMI Daerah Serang menggelar diskusi bersama Anggota DPRD Kota Serang. (16/15)
Kedatangan KAMMI di kantor DPRD Kota Serang tersebut diterima oleh Pak Maryaman dan Pak Ridwan. Dalam pembahasannya Muhammad Raidhil selaku Kabid.Kebijakan Publik KAMMI Daerah Serang mengungkapkan bahwa telah terjadi kesenjangan ekonomi dengan menjamurnya ritail di Kota Serang. “Membludak penyebaran toko-toko minimarket dan supermarket yang berdiri kokoh di sudut-sudut kota akan menimbulkan dampak kesenjangan ekonomi antar pedangan kecil yang berjualan di sekitaran toko tersebut. Hal tersebut juga bisa mematikan potensi ekonomi kerakyatan yang ada.” Ungkapnya.
Ia pun menambahkan bahwa pemerintah telah menabrak peraturan yang ada “Pemerintah telah menabrak pasal yang tertera dalam perda Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pengembangan, Pemberdayaan, Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern tentang jarak yang ditentukan antara mini market satu dengan yang lainya harus berjarak sekitar 500 meter, sesuia dengan pasal yang ada di dalam perda. Saya juga mendapatkan informasi terkait dengan mini market kota serang, bahwasannya pemerintah dalam hal ini walikota serang, mengingnkan ada perubahan perda dengan klausal menghapus pasal tentang jarak, hal ini yang membuat kami geram dan merasa pemeirntah tidak pro terhadap pedangan-pedagang kecil”. Lugasnya
TB. Ridwan selaku anggota DPRD Kota Serang pun mendukung gerakan KAMMI untuk lebih mengkaji dan menggali lebih dalam isu yang ingin dikawal tersebut.  “Saya setuju dengan gerakan KAMMI Daerah Serang terkait pendalam isu pedagang riteil, yang dimana hal tersebut sangat harus ditindak lanjuti secara serius, sebab akan banyak membunuh potensi ekonomi masyarakat jika pasar modern menjamur di kota serang, bila perlu dicabut saja klausal MOU pemerintah dengan minimarket terkait” Ujarnya.
            Arah diskusi pada pertemuan tersebut tidak hanya membahas soal riteil yang menjamur di Kota Serang, tapi juga membahas soal hiburan malam yang masih menjadi sengketa di internal dewan. Sebagai organisasi islam sudah menjadi tugas KAMMI untuk juga di kawal dalam pembahasannya. Hal tersebut diungkapkan oleh Maryaman yang mendorong agar KAMMI Serang dapat memberikan masukan terkait perda hiburan malam. “KAMMI ini kan organisasi islam, maka sudah menjadi tanggungjawab organisasi islam untuk menegakkan amar maruf nahi mungkar sesuai dengan desain kota Madani.” Tandasnya.

            Seperti diketahui bahwa KAMMI Daerah Serang pun baru saja melakukan pergantian kepengurusan satu bulan yang lalu. Ini menjadi hentakan gerakan mahasiswa dalam mengawal pemerintahan kota Serang. Seperti dinyatakan oleh Imam Maulana, Ketua Umum KAMMI Daerah Serang 2016-2018 di tempat berbeda bahwa ia berharap gerakan KAMMI di Serang mampu mengawal serius dan bergerak melawan setiap kebijakan yang tidak pro rakyat. “Kepengurusan baru di tubuh KAMMI Daerah Serang ini menjadi awal semangat baru untuk pergerakan KAMMI mengawal pemerintahan di kota Serang. Semangat yang kami bawa adalah semangat perlawanan terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat. Dan kami akan bersinergi dengan siapapun yang memiliki itikad baik dalam menyelesaikannya.” Ujar Imam. (mr/im)

Anak KAMMI Sangar



Serang - 29 November 2015 lalu PK Kammi Untirta Kabinet Radar Peradaban secara resmi menutup agenda perekrutan kader baru yang biasa disebut DM 1 (Dauroh Marhalah Ula). Kabinet ini telah melakukan perekrutan sebanyak tiga kali dan DM 1 kali ini adalah perekrutan yang terakhir dalam kepengurusannya.

DM 1 part 3 ini berhasil membawa peserta lebih dari 20 orang (PK Untirta, IAIN, dan UIN syarif hidayatullah) yang berlangsung selama 3 hari 2 malam di Nurul Fiqri, Cinangka-Anyer.

"Senang bisa bergabung bersama KAMMI. Yang paling berkesan adalah hari ketiga, di pagi dini hari sudah disambut 'si pocong', saat manajemen aksi dan outboundnya pun hujan-hujanan. Pokoknya seru deh. Keren!" - Mala (Uin Syarif Hidayatullah)

KAMMI memang terkenal dengan militansinya, hingga rintangan kecil atau besar sekali pun tetap diterjang. Tak salah memang jika ada yang bilang 'anak KAMMI sangar'. Ya! Sangar ketika membela kebenaran dan lembut ketika memberi tauladan.

Selamat kader-kader yang telah lulus menjadi AB 1 (Anggota Biasa 1). Bukan hanya itu, yang perlu diingat adalah keberhasilan AB 1 bukan dinilai dari kelulusannya, tapi dari kontribusinya di komisariat.

#AyoGabungKAMMI
#RadarPeradaban

KAMMI Serang Berbagi





                Rangkasbitung – Senin siang tadi sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Serang mengunjungi kediaman Pak Samaun untuk yang kedua kalinya, yang terletak di Kp.Jaura, Rangkasbitung. Kedatangan mereka kali ini adalah untuk memberikan bantuan pembiyayaan pembayaran angsuran BPJS, transportasi dan lain lain. (12/28)
                Sebagaimana dikabarkan beberapa waktu lalu, Pak Samaun adalah seseorang yang didiagnosa terjangkit tumor orbita di bagian mata kanannya semenjak tahun 2012 silam. Tumor orbita tersebut awalnya adalah pembengkakan yang terjadi di bagian mata akibat terkena pecahan batu yang kemudian tidak ditangani dengan tuntas karena terkendala biaya.
                “Alhamdulillah beberapa waktu lalu kami sempat melakukan penggalangan dana di beberapa kampus yang ada di Serang, sehingga terkumpul dana Rp.700.000,-. Tentu dana ini tidak seberapa. Kami bermaksud memberikan dana ini untuk biaya angsuran BPJS yang baru saja Pak Samaun ini mendaftar sebagai peserta BPJS. Lalu untuk biaya transportasi pengobatan dan keperluan lainnya.” Ungkap Imam Maulana, yang baru saja terpilih menjadi ketua umum KAMMI Daerah Serang untuk 2 Tahun ke depan.
                Pak Samaun tinggal bersama anak dan menantunya beserta 2 orang cucu. Kondisinya cukup memprihatinkan, karena biaya untuk makan sehari-hari saja sulit. Sehingga keberatan untuk mengurus kebutuhan BPJS. Pekerjaan anaknya pun tidak menentu, karena jadi buruh bangunan, bekerja hanya pada saat ada proyek saja.
                Insya Allah dikabarkan oleh keluarganya bahwa hari selasa, 29 Desember 2015 ini mereka akan mendatangi puskesmas untuk meminta surat rujukan ke Rumah Sakit di Banten untuk menjalani konsultasi terkait tindak lanjut pengobatan mata Pak Samaun.
                Jika ada dari rekan-rekan yang ingin ikut membantu meringankan beban Pak Samaun, silakan hub. 0896 2208 3045 (Datul) atau bisa transfer via rekening; BRI Syariah a.n. Mawaddatul Urfah 1025357759